jump to navigation

Cukuplah Mati sebagai Peringatan… June 9, 2008

Posted by adieb in Nota Pada Diri.
trackback

Bismillahhirrahmannirrahim…

Bermulalah menghadap wadah bicara, setelah sekian lama seperti tiada masa untuk ini. Mahu diluahkan tapi tidak tahu apa yang harus diluahkan. Hati kembali sedih, sebarang kerja diketepikan, perbaharu wuduk, buka Al-Quran surah ke 36..di mulai dengan ummul kitab, surah Yassin menjadi keutamaan.

Sementar tadi, pukul 10.00 pagi, mesej dari seseorang diterima.Terkejut,kelu tanpa kata! Jika dulu,saya sedih di atas pepisahan sahabat dan sahabiyah tahun akhir,berbicara dalam entri persahabatan itu,tapi kali ini saya sedih pabila mengetahui berita pemergian sahabat saya yang telah pulang ke rahmatullah pagi tadi. Khabarnya,arwah meninggal tika tidur. Sangat mudah..sebetulnya,kematian ini tidak kira waktu tidak pula mengira tempatnya..Innalillahhiwainnahilaihiroji’un….takziah pada keluarga si arwah.Pelajar muda yang dalam perhitungan dua sem lagi untuk habis memburu ilmu,sudah tiada..tiada di dunia..pergi buat selama2.

Titipan al Fatihah pada arwah sentiasa di mulut, bertemankan Al Ikhlas.Tika itu,saya berada di sekolah, buat kerja serupa tidak menjadi, masih terkejut barangkali.Terbayang lagi wajah arwah, pada hemat saya dia seorang yang bagus akhlaknya. Kerap kali terserempak, bila berselisih,bersenyum2.<senyum adalah sedekah>

Mengenalinya, semasa jamuan BKP, waktu itu,saya baru freshie sem 1,dia pula sem 3..kali pertama dia menegur saya, terhibur juga dengan telatahnya..baik saja. Masih lagi sedih sebenarnya, memang itu yang saya rasai bila mendapat berita tentang kematian. Memang betul..sungguh sedih , sungguh takut.Mengenangkan nasib diri ini pula, lemah. Menginsafi itu adalah sangat baik,tapi hanya menginsafi tanpa berubah seperti tiada guna. Ya Allah

Menyingkap soal kematian, kita semua akan merasai nikmat mati,nikmat tatkala izrail menjemput detik2 sakaratulmaut itu.Kita juga tidak akan terlepas dari merasai kepedihan sakaratul.Sehabis2 kelembutan sakaratulmaut adalah kekasih Allah. Tika itu Rasulullah memekik tidak tertahan lagi,dahsyat nian maut itu,pedih…Diri ini membayangkan jika kekasih Allah yang mulia itu,yang suci dari dosa tidak dapat menahannya,apatah lagi kita,hamba yang banyak dosa dan noda.. Bagimana rasanya?bagaimana keadaannya? Adakah mati kita dalam‘husmul khatimah” atau “suul khatimahkah” kita? ya Allah..tak dapatku bayangkan.<Moga2 dalam kebaikan,amin>

Mengungkap pada suatu hadis diriwayatkan oleh al-lmam al-Bukhari.

Rasulullah SAW telah bersabda: Hiduplah engkau di dunia seolah-olah engkau seorang perantau atau musafir lalu.Apabila engkau berada di waktu petang, maka janganlah engkau menunggu (ketibaan) waktu pagi dan apabila engkau berada di waktu pagi, maka janganlah engkau menunggu (ketibaan) waktu petang.Ambillah peluang dari kesihatanmu untuk masa sakitmu dan masa hidupmu untuk matimu.

Awwalannya, Rasulullah telah pun memberi peringatan kepada kita.Sungguh! bila melihat pada hadis itu..Kehidupan di dunia adalah sementara, akhirat jua yang kekal abadi. Kerana itu, manusia di minta agar mengambil berat soal akhirat dan mengambil dunia seumpama seorang musafir.

Bukannya kita tidak tahu.

Firman Allah SWT:-Setiap yang bernyawa pasti akan merasai kematian,kemudian kepada Kami engkau akan dikembalikan.

Kematian itu satu kepastian,tiada keraguan mengenainya.Apa??kita sudah bersediakah?di saat jasad akan dipisahkan dengan dunia…Allah tidak melihat harta kita,pangkat tapi Allah melihat pada amalan kita.Tapi,terfikirkah kita betapa banyakkah amalan kita yang boleh menghapuskan dosa harian kita?Setakat mana keyakinan dan persediaan kita dalam menempuh hari akhiratnya? Tanyalah diri,tanyalah iman…Semoga kita diampunkan,amalan diterima.Sama2lah kita kembali memburu cinta sebelum Allah menutup pintu rahmatNya.

Berdoa kepada insane yang telah pergi…..semoga ditempatkan dalam golongan orang beriman dan beramal soleh,kepada yang masih hidup thaddiyyah dan jiddiyyah untuk merebut keredhaan dan keampunan Allah SWT.. semoga mati dan hidup kita dalam islam,dan iman..Wallahua’lam

Al Fatihah kepada arwah!…

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: